Menyongsong bergulirnya Champhionship musim 2026/2027, Persela Lamongan terus bergerak menyusun kekuatan baru. Beberapa pemain dipastikan menjadi bagian dari skuad Laskar Joko Tingkir. Termasuk Dendy Sulistyawan, yang menjadi rekrutan anyar pertama.
Sang juru taktik, Bima Sakti, menegaskan komitmennya untuk mengembalikan identitas asli sepak bola Lamongan yang dikenal ngeyel, pekerja keras, dan pantang menyerah.
Bima Sakti merasa bersyukur karena pada musim ini diberikan keleluasaan penuh oleh manajemen, untuk membangun kerangka tim sejak jauh-jauh hari.
"Alhamdulillah tahun ini kita bisa membangun tim sejak awal. Kita mencari pemain yang punya kriteria tertentu dan saya akan mengombinasikan ciri khas Persela dengan gaya kepelatihan saya. Saya juga harus beradaptasi dengan karakter dan identitas Persela yang selama ini sudah terbentuk," ujar Bima Sakti.
Menurut pelatih yang juga legenda hidup sepak bola Indonesia tersebut, modernisasi taktik dan perkembangan sepak bola mutlak harus diikuti. Meski demikian, modernisasi tersebut tidak boleh sampai melunturkan jati diri yang sudah mengakar di bumi Lamongan.
Dengan dukungan total dari jajaran manajemen, Bima optimistis proses pembentukan tim akan berjalan maksimal dan sesuai dengan DNA klub.
"Semua proses, mulai dari mencari pemain dari posisi kiper sampai penyerang, termasuk pemain asing, staf pelatih dan ofisial, dipercayakan kepada saya. Itu membuat kami lebih mudah membangun tim sesuai karakter dan filosofi Persela yang selama ini sudah terbentuk," tambahnya.
Satu hal yang tidak kalah penting bagi Bima, adalah mengembalikan keangkeran Stadion Surajaya, bagi tim lawan yang bertandang ke Lamongan.
Juru taktik berusia 50 tahun itu masih mengingat betul bagaimana rasanya menghadapi Persela di Surajaya, saat dirinnya masih aktif sebagai pemain profesional.
"Kita akan membangkitkan lagi karakter Persela yang sesungguhnya. Dulu ketika saya masih bermain, kalau tim datang ke Lamongan sudah merasa mendapat tekanan karena dukungan suporter yang luar biasa. Cara bermain Persela juga keras, ngeyel, tidak mau kalah dan pantang menyerah. Itu yang ingin kami tampilkan lagi,"
tegasnya.
Demi mewujudkan filosofi permainan tersebut, pergerakan Persela di bursa transfer musim ini dipastikan akan sangat selektif.
Mantan pelatih Timnas Indonesia ini menegaskan bahwa ia tidak silau dengan label bintang seorang pemain. Faktor karakter dan kecocokan dengan kebutuhan taktikal, adalah harga mati.
"Beberapa pemain dari musim lalu yang sesuai kebutuhan tim sudah kami pertahankan. Untuk pemain yang datang, kami benar-benar mencari yang sesuai dengan karakteristik Persela dan game model yang ingin kami bangun," pungkasnya.
Comments