Kembalinya Dendy Sulistyawan ke Persela Lamongan memiliki makna yang begitu dalam. Sebab, klub kebanggaan masyarakat Kota Soto itu merupakan "rahim" yang melahirkannya ke dunia sepakbola profesional.
Setelah menempuh perjalanan panjang bersama Bhayangkara FC dan mendapatkan berbagai pengalaman di level tertinggi sepak bola Indonesia, Dendy akhirnya kembali ke Persela. Keputusan yang kemudian dia sebut sebagai panggilan hati, untuk kembali membela tanah kelahirannya.
Bagi pesepakbola asal Kecamatan Ngimbang itu, Persela telah menjadi bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.
"Arti Persela buat saya, Persela adalah salah satu bagian dari keluarnya Dendi Sulistyawan di sepakbola. Lahirnya, ya. Lahirnya saya di sepakbola," kata Dendy.
Sebagai pemain yang tumbuh dari pembinaan Persela, Dendy masih mengingat dengan jelas momen pertamanya mengenakan jersey biru muda di level senior. Sebuah kenangan yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya.
"Ya, pasti masih ingat sekali. Waktu itu kalau enggak salah waktu di Piala Presiden. Setelah liga dibekukan, terus ada Piala Presiden waktu itu. Jadi saya sangat ingat, waktu itu turun pertama kalau enggak salah lawan Persib Bandung di Gelora Delta Sidoarjo. Jadi, ya salah satu momen yang akan terus saya ingat," kenangnya.
Dari laga debut itu, Dendy kemudian menjalani laga demi laga lainnya, mengamankan satu tempat starting line up, bermain secara reguler, hingga akhirnya dipinang Bhayangkara FC.
Dari sekian banyak pertandingan yang dijalani bersama Persela, ada satu momen yang menurut Dendy paling berkesan sepanjang kariernya membela Laskar Joko Tingkir. Momen itu terjadi pada musim 2018 saat dirinya kembali ke Persela dengan status pemain pinjaman dari Bhayangkara FC.
Saat itu, kepulangannya ke Lamongan tidak sepenuhnya diterima dengan mudah. Berbagai respons muncul dari suporter. Sebagian menyambut hangat, sementara sebagian lainnya masih menyimpan kekecewaan atas keputusannya meninggalkan Persela. Namun, Dendy menjawab semuanya di atas lapangan.
"Jadi salah satu yang sangat memorable dari saya membela Persela itu waktu ketika saya pinjaman, kalau enggak salah 2018, dari Bhayangkara ke Persela. Waktu itu ya banyaklah pro-kontra. Banyak yang istilahnya suporter itu yang terima, ada juga yang mungkin agak kesal kenapa saya waktu itu memilih untuk keluar," tuturnya.
"Jadi waktu itu kayak ajang pembuktianlah. Tapi alhamdulillah kembali lagi, Allah kasih kemudahan. Waktu itu saya kembali, laga pertama saya juga masuk sebagai pemain pengganti, kalau enggak salah di babak pertama waktu itu ketika lawan Persipura, dan saya kembali dengan mencetak hat-trick waktu itu," lanjut Dendy.
Hat-trick ke gawang Persipura Jayapura menjadi salah satu kisah yang sulit dipisahkan dari perjalanan karier Dendy bersama Persela. Lebih dari sekadar tiga gol, momen itu menjadi simbol kembalinya kepercayaan antara seorang putra daerah dengan klub dan suporternya.
Kini, setelah bertahun-tahun merantau dan mengukir prestasi di luar Lamongan, Dendy kembali mengenakan lambang Persela di dada. Ia pulang ke tempat yang telah membesarkannya, klub yang menjadi titik awal lahirnya Dendy Sulistyawan sebagai seorang pesepak bola profesional.
Bagi Dendy, Persela bukan sekadar tim. Persela adalah rumah, tempat di mana semua mimpi itu bermula.
Comments