Persela Lamongan memberikan jatah libur kepada seluruh skuadnya selama kurang lebih satu pekan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu dijadwalkan kembali menjalani latihan pada 23 Maret mendatang.
Selama masa libur, manajemen dan tim pelatih tetap memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fisik pemain. Seluruh pemain diminta menjaga berat badan agar tetap ideal meski tengah menikmati suasana Lebaran.
Pelatih Persela, Bima Sakti, menegaskan bahwa sebelum libur, tim pelatih telah melakukan penimbangan berat badan seluruh pemain sebagai acuan.
“Sebelum libur, kita sudah timbang pemain. Dan kita juga sudah komitmen, kalau ada yang naik 1 sampai 2 kilogram, itu ada sanksinya. Itu sudah jadi kesepakatan dengan pemain,” ujar Bima.
Ia juga menambahkan, kedisiplinan pemain tidak hanya soal kondisi fisik, tetapi juga terkait ketepatan waktu saat kembali ke tim. Para pemain diwajibkan sudah bergabung kembali pada 23 Maret tanpa keterlambatan.
“Di tanggal 23 semua harus sudah mulai berlatih. Ada denda juga kalau pemain terlambat tanpa alasan yang benar-benar bisa ditoleransi,” tegasnya.
Selain itu, pelatih turut memberikan “pekerjaan rumah” kepada pemain agar tetap menjaga kebugaran selama libur. Hal ini penting mengingat momen Lebaran identik dengan berbagai hidangan khas yang berpotensi meningkatkan berat badan.
“Kita tetap kasih PR ke pemain untuk menjaga kebugaran. Karena pasti nanti mereka makan makanan seperti sate, opor, lontong sayur, kue-kue seperti nastar, dan sebagainya,” tambahnya.
Meski demikian, Bima menilai para pemain sudah cukup dewasa untuk menjaga profesionalisme. Dengan adanya komitmen dan sanksi yang telah disepakati bersama, ia optimistis kondisi tim tetap terjaga saat kembali berlatih nanti.
Comments