Persela Lamongan bakal menghadapi tantangan menarik di ajang League Cup. Hasil drawing menempatkan Laskar Joko Tingkir di Grup I Zona Timur 1 bersama dua klub Super League, Persijap Jepara dan Madura United.
Pelatih Persela, Bima Sakti, menyambut positif hasil undian tersebut. Menurutnya, persaingan melawan tim-tim dari kasta tertinggi menjadi kesempatan bagi Persela untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas permainan tim.
“Ya, saya pikir ini bagus, tantangan buat Persela. Satu grup dengan Madura, dengan Persijap. Saya pikir ini jadi tantangan buat kita melawan tim-tim dari Liga 1,” kata Bima Sakti, Rabu (7/10/2026).
Meski harus membagi fokus dengan kompetisi utama, Persela tetap memiliki ambisi untuk bersaing di League Cup. Bagi Bima, turnamen ini bukan sekadar pelengkap agenda pertandingan, melainkan kesempatan bagi tim untuk menunjukkan kemampuan menghadapi lawan dengan level persaingan berbeda.
“Yang pasti kita juga fokus di kompetisi Liga 2, tapi kita juga memprioritaskan untuk bersaing di League Cup,” ujarnya.
Bergabung dengan dua klub Super League tidak membuat Persela kehilangan kepercayaan diri. Bima menilai setiap tim tetap memiliki peluang untuk melangkah ke babak berikutnya. Karena itu, persiapan tim menjadi faktor penting yang harus dimaksimalkan.
Ia juga menyoroti regulasi penggunaan pemain asing yang menurutnya membuat persaingan tetap terbuka.
“Semua punya peluang. Yang paling penting kan kita persiapkan tim. Lagipula regulasinya kan mereka juga harus memakai tiga pemain asing, jadi saya pikir fair saja. Yang paling penting kita persiapkan tim kita dengan baik,” tutur pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Selain menjadi ajang menguji kekuatan tim, Bima melihat League Cup sebagai peluang untuk memperluas kesempatan bermain bagi para pemain Persela. Padatnya agenda kompetisi bisa dimanfaatkan tim pelatih untuk melakukan rotasi dan memberikan menit bermain kepada pemain yang belum banyak tampil.
Kesempatan tersebut penting untuk menjaga kebugaran pemain sekaligus melihat kesiapan seluruh anggota skuad ketika mendapat kepercayaan turun ke lapangan.
“Ya, saya pikir bagus buat rotasi pemain. Artinya, kita bisa memberikan pemain-pemain yang belum dapat kesempatan main. Sangat bagus sekali, semakin banyak kompetisi, semakin banyak kesempatan pemain-pemain yang ada di Indonesia untuk bisa berkompetisi,” pungkasnya.
Dengan tantangan di Grup I Zona Timur 1, Persela memiliki kesempatan untuk menguji perkembangan tim sekaligus bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya. Laskar Joko Tingkir pun bersiap memanfaatkan turnamen ini sebagai panggung untuk menunjukkan kualitas dan kedalaman skuad.
Comments