Jarak ribuan kilometer dari kampung halaman tak menyurutkan kecintaan masyarakat Lamongan terhadap Persela.
Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, para perantau bersiap memberikan dukungan langsung kepada Laskar Joko Tingkir, yang akan menghadapi tuan rumah Barito Putera, dalam lanjutan Championship 2026/2027, Minggu (4/10/2026).
Bagi masyarakat Lamongan yang mengadu nasib di Kalimantan, kehadiran Persela menjadi kesempatan untuk menunjukkan kecintaan kepada klub kebanggaan, memperkuat ikatan emosional sekaligus melepas rindu terhadap kampung halaman.
Kalimantan memang telah menjadi rumah kedua bagi banyak masyarakat Lamongan.
Mereka tersebar di berbagai daerah, termasuk Banjarmasin. Namun, di tengah kesibukan bekerja dan menjalani kehidupan di perantauan, ikatan dengan Persela tetap terjaga.
Setiap kali Persela menjalani laga tandang di Kalimantan, sambutan hangat dari kelompok suporter dan masyarakat Lamongan menjadi momen memperkuat tali silaturahmi.
Jamuan makan malam di warung seafood milik warga Lamongan, telah menjadi tradisi untuk menyambut kedatangan Laskar Joko Tingkir di tanah Kalimantan.
Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa Persela memiliki ikatan yang melampaui batas wilayah. Di mana pun Laskar Joko Tingkir bertanding, selalu ada masyarakat Lamongan yang ingin hadir dan memberikan dukungan.
Menjelang pertandingan melawan Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Minggu (4/10/2026), dukungan para perantau menjadi tambahan motivasi bagi skuad Persela untuk melanjutkan tren positif.
Pelatih Persela, Bima Sakti, menyambut baik kehadiran suporter yang akan mendukung tim secara langsung dari tribun stadion. Menurutnya, dukungan tersebut bisa menjadi energi tambahan bagi para pemain saat menghadapi tuan rumah.
"Pemain semua siap. Semoga besok pertandingan berjalan lancar, dan suporter Persela Lamongan insya Allah akan hadir juga di stadion. Mudah-mudahan menjadi motivasi buat pemain," kata Bima.
Bagi Bima, dukungan suporter juga perlu berjalan beriringan dengan semangat sportivitas. Rivalitas di lapangan merupakan bagian dari sepak bola, tetapi tidak seharusnya menghilangkan rasa persaudaraan antarsuporter maupun masyarakat.
"Harapan tetap mendukung secara sportif, menjunjung tinggi fair play. Sembilan puluh menit sebagai lawan, tetapi kita adalah saudara," ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pertandingan sepak bola bukan sekedar tentang hasil akhir. Ada nilai kebersamaan dan persaudaraan yang tetap bisa dirawat, bahkan ketika dua tim harus saling berhadapan untuk memperebutkan poin.
Bagi masyarakat Lamongan di Banjarmasin, mendukung Persela menjadi salah satu cara untuk tetap dekat dengan tanah kelahiran. Sementara bagi skuad Laskar Joko Tingkir, sambutan dan dukungan dari para perantau menjadi penyemangat tambahan dalam perjuangan di kompetisi.
Di tanah rantau, warna biru muda menyatukan mereka yang berasal dari kampung halaman yang sama. Dan ketika peluit pertandingan dibunyikan di Stadion 17 Mei, dukungan itu diharapkan menjadi energi bagi Persela untuk berjuang memberikan hasil terbaik.
Comments